Sabtu, 11 Oktober 2025 menjadi hari yang istimewa bagi keluarga besar SDIT IQRA. Suasana sekolah pagi itu terasa berbeda. Di setiap ruang kelas 4,5 dan 6, terlihat wajah-waja yang berusaha tegar dan percaya diri. Mereka bukan sekadar datang untuk menerima hasil belajar—tetapi untuk menyampaikan sendiri perjalanan belajarnya kepada orangtua tercinta.
Kegiatan Konseling STS kali ini memang dikemas dengan cara yang lebih bermakna. Jika biasanya guru yang berbicara di hadapan orangtua, kali ini justru para siswa yang mengambil peran utama. Dengan suara lembut dan penuh perasaan, mereka menyampaikan bagaimana mereka belajar, berusaha, serta memperbaiki sikap selama setengah semester terakhir.
Beberapa anak ada yang tampak gugup, sebagian lainnya berbinar bangga. Ada yang tersenyum malu ketika menceritakan prestasinya, ada pula yang menunduk pelan saat mengakui hal-hal yang masih ingin diperbaiki. Namun di balik setiap kata yang mereka ucapkan, tersimpan kejujuran dan keberanian yang luar biasa.
Tak sedikit orangtua yang menahan haru ketika mendengar anaknya berkata pelan,
“Ayah, Bunda… saya akan berusaha lebih rajin lagi. Terima kasih sudah selalu mendukung dan mendoakan saya.”
Momen sederhana ini menjadi ruang refleksi bersama sebagai tempat anak belajar bertanggung jawab atas prosesnya, orangtua belajar mendengarkan dengan hati, dan guru belajar menyaksikan tumbuhnya kemandirian dalam diri murid-muridnya.
Ayah.. Bunda..
Konseling STS kali ini bukan sekadar pertemuan akademik, tetapi pertemuan hati antara guru, siswa, dan orangtua. Sebuah pengalaman berharga yang akan dikenang sebagai langkah kecil menuju kedewasaan — saat anak belajar bahwa setiap hasil bukan sekadar nilai, melainkan perjalanan yang penuh makna dan berarti,
Terimakasih,